| Another free digital scrapbooking design by Smilebox |
Tempat mengembangkan ilmu pengetahuan, kreatifitas serta menjadi insan yang berguna
Rabu, 23 Juni 2010
Jumat, 14 Mei 2010
Nasi Goreng Brani Abizzz... :D

Baru kali ini buat nasi goreng brani abizzz. Campurannya juga brani abizzz..hihihi
Kirain gak bakalan abis , ternyata lagi...lagi..lagi abis deh :D
Bahannya :
Nasi merah 1 piring yang telah mateng
Cabe 3 buah, iris miring
Bawang merah 4 siung, iris halus
Bawang putih 2 siung, iris halus
Bakso rasa ayam 7 buah, belah jadi 4 masing-masing bakso
Cumi-cumi 50 gr, goreng
Daun bawang 1 btg, iris miring
Daun seledri 2 btg, iris
wortel 1 buah, potong dadu
Tomat 1/2 buah, iris
Mentega tuk menumis
Garam dan penyedap rasa secukupnya
Cara masak :
Tumis bawang putih, bawang merah hingga harum
masukkan potongan bakso dan cumi, aduk + - 3 menit
masukkan garam + penyedap rasa, aduk rata
Masukkan potongan wortel, aduk rata
Masukkan Nasi Merah, aduk rata + - 5 menit
Taburkan daun bawang + seledri, aduk sebentar
Angkat, hidangkan. Hias dengan irisan tomat.
Jadi deh.... ;) Untuk dimakan 3 orang aja hihihi
Sabtu, 08 Mei 2010
Sumsum Merahku :D

<---- nih dia penampakannya ;-)
Mau tau resepnya ? Nih dia....
buat resep bubur sumsum cuma ganti aja tepung beras putih jadi tepung beras merah
masukin tepung beras merah 100 gr
gula pasir 50 gr
santan secukupnya ( mau kental sedikit aja, mau encer dibanyakin :D )
beri potongan daun pandan wangi
masak dengan api kecil, aduk sampai tangan letih ..hehehe
bubur menggelegak, angkat siap dihidangkan
Kalau pengen lebih manis lagi beri kuah dari air gula jawa(merah)
dengan cara, memasak gula jawa (merah) plus air dikit
aduk rata hingga gula jawa mencair. Siap diguyur ke atas bubur
semangaaatt......
Menciptakan Budaya Belajar
II. Menciptakan budaya belajar kepada anak-anak SD
Agar anak-anak memiliki budaya belajar, mereka harus mencintai ilmu. Berikut ini beberapa cara yang bisa ibu pertimbangkan:
1. Melalui contoh. Tunjukkan semangat belajar yang tinggi, misalnya dengan banyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan (termasuk ilmu agama) di waktu-waktu senggang.
2. Meladeni pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak dan mendorong keingintahuan tersebut menjadi upaya mencari ilmu. Misalnya:
- Anak: Bu, mengapa ikan saya mati pada hal ikan si X tidak mati?
- Guru: Hmmm…kenapa ya? Anak-anak ada yang tahu?
- Anak-anak bersahutan.
- Guru: Bagaimana kalau kita ke perpustakaan, kita cari buku-buku tentang ikan…Insya Allah akan ketemu jawabannya.
3. Melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat anak-anak penasaran. Misalnya: Es kok bisa dingin ya… ada yang tahu?
4. Berusaha untuk tidak meyalahlahkan/mengerdilkan usaha/jawaban anak-anak.
5. Berusaha menunjukkan keterkaitan ilmu dengan fakta sehari-hari. Misalnya, ketika belajar tentang menghormati orang lain, guru bisa bercerita:
Tadi Ibu naik busway. Calon penumpangnya banyak sekali, jadinya berdesak-desakan. Lalu ada seorang laki-laki berbadan besar mendorong-dorong minta jalan sampai seorang wanita terdorong dan jatuh.
Kasihan sekali, dia hampir terinjak-injak. Seharusnya bagaimana ya agar semua penumpang bisa aman dan nyaman?
Kemudian ajak anak-anak mempraktikkan bagaimana harus antri dan bagaimana menegur orang yang tidak mau antri. Setelah itu ujilah pemahaman mereka dengan cara membagikan makanan kecil.
Apabila mereka masih berebut, ingatkan kembali tentang pelajaran yang baru saja dipelajari.
6. Menggunakan metode belajar yang menarik, salah satunya dengan alat peraga.
7. Menyediakan fasilitas yang menunjang, seperti tempat belajar yang nyaman, perpustakaan yang lengkap, dan lain sebagainya.
8. Menumbuhkan budaya baca (click)
9. Selalu mengingatkan anak-anak akan faedah dan pahala belajar.
Sumber :
http://myquran.com/forum/showthread.php/939-Kumpulan-Konsultasi-Pendidikan/page2
Menumbuhkan Budaya Baca
Siapa orangtua/guru yang tidak menyukai anak atau siswanya gemar membaca ? Namun dimasa sekarang dapat dikatakan bahwa anak-anak atau para siswa kurang suka membaca. Mereka lebih suka "bermain" alias "play". Nah, ini ada artikel yang sengaja saya kutip sebagai tips bagi para orangtua / guru di sekolah agar anak-anak dan siswanya di sekolah gemar membaca. Let's check it down....
Selasa, 15 Desember 2009 / 28 Zulhijjah 1430
Bagaimana memotivasi siswa yang malas membaca?Terima kasih
HP+628131056****
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bapak/Ibu rekan guru yang dirahmati Allah. Menurut saya, memberikan lingkungan yang menumbuhkan minat baca akan lebih baik daripada memotivasi siswa yang malas baca. Beberapa cara yang saya rekomendasikan adalah:
Modeling
Anak-anak suka meniru. Untuk itu, anda wajib menunjukkan kecintaan anda pada buku. Bawalah buku kemana pun anda pergi dan membacalah setiap ada kesempatan. Pilihlah buku yang sesuai usia siswa, bukan koran, majalah pop, komik, atau novel dewasa.
Begitu selesai membaca sebuah buku, segera baca buku lain. Berikan sedikit resensi tentang buku-buku yang anda baca untuk menarik minat anak-anak membaca buku yang sama.
Perpustakaan Kelas
Selain kebiasaan membaca, anda bisa menunjukkan kecintaan kepada buku dengan cara membangun sebuah perpustakaan kelas. Setiap anda membaca/menambah koleksi, katakan bahwa anda telah melakukan sesuatu yang istimewa sehingga anda menghadiahi diri anda sendiri dengan sebuah buku yang menarik.
Untuk mengakomodasi siswa yang belum suka membaca, sediakan beberapa buku bergambar, buku-buku tipis dan majalah anak, disamping buku-buku tebal ilmu pengetahuan dan novel anak.
Sediakan juga buku-buku dengan genre yang berbeda sebab setiap anak memiliki ketertarikan yang berbeda.
Waktu Tenang
Setiap hari, sediakan waktu tenang selama 15-20 menit. Waktu tenang ini adalah waktu untuk membaca atau menulis. Bagi siswa yang belum tertarik untuk membaca, mungkin akan memilih untuk menulis dan menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang akan dia tulis. Jangan ditegur (kecuali jika membuat gaduh, Anda sendiri juga harus membaca atau menulis cerita/puisi (bukan mengerjakan urusan administrasi sekolah apalagi sms)
Membuat Buku
Selain buku-buku komersial, isilah perpustakaan kelas dengan buku-buku karya anda dan siswa siswi anda. Anda bisa mengadakan proyek membuat buku setiap 1,3, atau 6 bulan sekali.
Buku-buku ini bisa ditulis dengan tangan ataupun komputer. Demikian pula dengan sampul dan gambarnya. Biarkan siswa-siswi anda memilih genre sendiri dan mengemas buku karyanya dengan cara mereka sendiri.
Anak-anak biasanya lebih penasaran terhadap buku tulisan temannya daripada buku komersial. Jika memungkinkan, anda bisa membuka bazaar yang menjual buku karya siswa siswi anda. Insya Allah kegiatan seperti ini akan mendorong siswa untuk lebih banyak menulis.
Kegemaran menulis otomatis menumbuhkan kebutuhan untuk membaca.
Akun Buku (Book Log)
Anda bisa membuat sebuah tampilan (display) berisi daftar siswa dan jumlah buku yang dibacanya dalam satuan waktu (per minggu/bulan). Siswa yang membaca buku terbanyak berhak mendapatkan hadiah atau dinobatkan sebagai juara baca.
Mengunjungi Perpustakaan Daerah/Nasional
Acara piknik biasanya identik dengan kebun binatang atau tempat atraksi lainnya. Saya sarankan agar sekolah juga memasukkan kunjungan ke perustakaan daerah/nasional sebagai salah satu ajang piknik.
Berilah kesan pada anak-anak bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan, tak kalah menarik daripada kebun binatang, Monas, ataupun Ancol
Berbagi Cerita
Secara bergiliran setiap hari/minggu, mintalah anak-anak untuk menceritakan buku yang dia baca di depan kelas. Anak-anak biasanya mudah termotivasi untuk membaca buku yang direkomendasikan teman-temannya.
Jadikan Waktu Baca Sebagai Hadiah
Penghargaan terhadap buku bisa anda tunjukkan dengan cara menjadikan waktu membaca sebagai hadiah. Misalnya, anak-anak yang menyelesaikan tugas sekolah dengan cepat boleh mengambil buku dari perpustakaan kelas.
Mereka pun boleh memilih tempat membacanya, apakah di meja, di lantai, di karpet atau bahkan di bawah pohon (selama masih dalam pengawasan anda). Insya Allah anak-anak akan merasa bahwa membaca adalah sebuah keistimewaan. Semua anak senang melakukan sesuatu yang istimewa.
Bila dilakukan secara konsisten, Insya Allah cara-cara di atas akan menumbuhkan budaya baca pada anak.Selamat mempraktekkan dan semoga berhasil!!!Erma Pawitasari, M.Ed
Pakar Pendidikan
Suara Islam Edisi 74, Tanggal 4 September-2 Oktober 2009 M/ 14 Ramadhan- 13 Syawal 1430 H Hal 20
Jumat, 07 Mei 2010
DarCin Item Manis

Sore-sore...sibuk di dapur. Pengen buat sesuatu yang baru walaupun mungkin resepnya aneh tapi harus dicoba. Inovasi terbaru dari Puri Selera hehehe... DarCin Item Manis. DarCin singkatan dari Dadar Cinta ....huehueheu....
Kalau mau coba nih resepnya
Bahan :
Tepung Beras merah 150 gr
Tepung Terigu 75 gr
1 butir kelapa diparut, ambil bagian putihnya
Gula pasir 100 gr
Telur 2 butir
Garam secukupnya
Mentega / Minyak untuk mendadar
Cara Buat :
Bagi kelapa parut menjadi 2, 1 bagian untuk inti dan 1 bagian untuk dijadikan santan
1 bagian kelapa parut dicampur dengan gula pasir, masak untuk dijadikan isi/inti
Campur tepung beras, tepung terigu dan telur, aduk rata
Lalu masukkan santan sedikit demi sedikit sehingga campuran encer
Masukkan sedikit garam
Siapkan wajan untuk mendadar
Tuangkan adonan tepung ke dalam wajan 1 sendok sayur atau sesuai selera
+- 2 menit angkat, lalu masukkan inti kemudian gulung
Lakukan hingga selesai
Siap disantaaaaappp......
Kamis, 06 Mei 2010
Cukupkah Belajar Mengajar Dengan Buku Paket ?

"Baiklah anak-anak, sampai halaman berapa pelajaran kita minggu kemarin ?", seorang guru bertanya kepada para muridnya. "Halaman 40 buk...tentang hewan dan tumbuhan langka". "Sebelum ibu memulai pelajaran hari ini, ibu akan bertanya pada beberapa orang untuk mengingat kembali pelajaran yang telah kita pelajari ".
Dialog diatas sering terjadi di dalam suatu kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa membaca isi buku yang menjadi pegangan baginya untuk dipelajari dirumah sementara guru menginstruksikan pada siswa untuk dibaca secara bergiliran. Namun ada juga guru yang sesekali mengarahkan siswa untuk melihat isi buku yang menjadi pegangan siswa untuk dibaca saat dirumah. Guru tersebut melengkapi dirinya dengan buku referensi lainnya saat mengajar sehingga tidak selalu mengacu pada isi buku pegangan pada siswa.
Namun ironisnya, saat guru memberi tugas pada murid atau siswa sehubungan dengan materi pelajaran yang telah dipelajari namun jawabannya tidak ditemukan pada buku pegangan yang ada pada siswa, siswa selalu mengatakan bahwa pelajaran itu "tidak pernah dipelajari". Siswa selalu mengeluh dengan kondisi yang seperti ini. Muncullah protes atau sikap acuh tak acuh saat ditanyakan mengapa tugas belum selesai atau mengapa tugas tidak dikerjakan. Alasannya selalu sama, "jawabannya tidak ada pada buku paket".
Mungkin kondisi seperti ini juga pernah terjadi pada kebanyakan guru. Hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa sebab:
1) Guru lupa menyampaikan pada siswa tujuan utama diberikannya buku paket
sekolah sebagai pegangan siswa
2) Guru selalu mengambil sumber informasi pada buku yang sama dengan buku
yang dibaca siswa
3) Guru selalu memberikan tugas-tugas berdasarkan soal-soal yang telah tercetak
pada buku paket pegangan siswa
4) Saat guru berhalangan hadir ke sekolah, tidak memberikan / menyampaikan
materi yang akan diajarkannya pada hari itu. Sehingga guru yang menggantikan di
kelas hanya bisa berpedoman pada buku yang ada pada siswa.
Cara-cara seperti di atas mungkin dapat diubah sehingga tidak menimbulkan dilema pada siswa saat dia akan mengikuti suatu event-event dalam hal prestasi belajar. Siswa harus diberi pemahaman bahwasanya sumber-sumber belajar yang lain boleh digunakannya selagi masih memiliki keterkaitan dengan materi yang dipelajari. Sehingga siswa lebih dapat mengexplor kemampuan yang dimilikinya.
Sementara guru, jangan hanya mengandalkan buku paket yang ada pada siswa saat guru tidak dapat hadir di kelas. Guru harus memberikan suatu informasi baru yang tidak ada pada buku paket pegangan siswa dengan tidak mengabaikan keterkaitan antara materi yang diberikan dengan pokok bahasan yang akan dipelajari. Sehingga siswa merasa adanya keterkaitan materi yang diajarkan oleh guru pengganti walaupun guru yang sebenarnya tidak hadir di kelas. Dan antusias siswa untuk melanjutkan pelajaran juga tinggi karena jika guru yang tidak hadir hanya mengandalkan buku paket maka siswa akan merasa "jenuh" sehingga merasa kurang tertarik jika isi buku yang sama harus mereka baca sementara guru yang mengajarkan di depan kelas berbeda.
Buku paket adalah sarana pembantu yang diberikan sekolah kepada para siswa untuk mereka jadikan sebagai salah satu sumber informasi. Namun, tidak mutlak harus dibaca atau dijadikan sumber saat siswa belajar di sekolah. Sehingga para siswa akan lebih kreatif dalam menyampaikan pendapat, informasi yang berkaitan dengan pertanyaan dari guru maupun soal-soal tugas yang diberikan.
Rabu, 05 Mei 2010
Nasi Brani Gaul :D

Bahan :
Beras merah 1 mangkuk beras
mentega 2 sendok
sayur campuran kacang polong, buncis, wortel (beli yang dah siap pakai aja
telur 1 butir
tomat 1/2 buah
tofu rasa udang ( boleh pake tahu biasa )
daun seledri + daun bawang
garam, penyedap rasa, cengkih, jinten secukupnya
cara masak :
Masak nasi merah
iris tipis tofu tebal 1 cm , goreng setengah kering
goreng telur bentuk mata sapi
iris tomat, daun bawang dan seledri
siapkan wajan tuk menggaul nasi dan bahan lainnya
masukkan dua sendok mentega
tumis nasi yang telah masak + - 2 menit
masukkan garam dan penyedap rasa
masukkan campuran sayur
masukkan cengkih dan jinten
gaul rata nasi serta bahan lainnya +- 3 menit
Angkat, susun bersama telur mata sapi, tomat, tofu goreng, taburan daun seledri dan daun bawang
beri sedikit bawang goreng bila suka
siap di santaaappp
Selasa, 04 Mei 2010
pancake TangGung Bangetz :D

Bahan :
Kentang 100 gr
gula pasir 150 gr
tepung terigu 200 gr
air / santan 1/2 gelas belimbing
keju cheddar diparut secukupnya
jagung manis secukupnya
telur 1 butir
Cara buat :
kukus kentang, lalu dilumatkan
telur, gula, tepung diaduk, kentang lumat
tambahkan air/santan
masukkan keju parut
aduk rata lalu masukkan jagung
siapkan panci diatas kompor untuk mendadar
api sedang saja
tuangkan adonan 1 sendok sayur kecil
tutup +- 3 menit, lalu taburkan keju diatasnya
tutup +- 1 menit, angkat
siang dimaem :D
Senin, 03 Mei 2010
Siswa Berprestasi, Prestasi Guru atau Orangtua ?
Sebenarnya dua "kekuatan" ini harus dipadukan secara "harmonis" sehingga tidak terjadi silang pendapat antara orangtua dan guru dalam menilai suatu kegagalan atau prestasi siswa dalam belajar. Di sekolah, tugas guru adalah mendidik, membimbing , dan mengajar para siswa tentang ilmu pengetahuan yang belum dan mungkin tidak didapatkannya dirumah agar siswa menjadi insan yang memiliki wawasan keilmuan yang didasarkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sementara di rumah, orangtua mengawasi dan mereflek Sehinggsi hasil belajar siswa di sekolah.
Orangtua mana yang tidak menginginkan buah hatinya memiliki prestasi yang cemerlang begitupun guru disekolah. Dengan segala daya upaya guru berusaha mendidik, membimbing dan mengajarkan suatu ilmu pengetahuan sebagai bekal para siswa di masa depan kelak. Dan tentunya orangtua juga berusaha agar buah hatinya dapat menguasai semua mata pelajaran yang ada disekolah secara maksimal. Siswa gagal, kegagalan siapa ? Siswa berprestasi, prestasi siapa ? Orangtua atau guru ?
Semoga kita menemukan jawabannya secara bijak :)
Sabtu, 01 Mei 2010
Bocor Ginjal, Penyakit Apa Itu?
Istilah "bocor ginjal" sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Mengacu pada kelainan fisik Ali berupa perut yang membesar, kondisi ini menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD, KGH, disebut dengan sindrom nefrotik. "Istilah bocor ginjal itu tidak ada, mungkin itu diberikan oleh dokter yang mendiagnosisnya untuk memudahkan pemahaman saja," paparnya ketika dihubungi Kompas.com.
Sindrom nefrotik bukanlah suatu penyakit. Sindrom ini merupakan suatu kumpulan tanda dan gejala yang sering menyertai berbagai penyakit yang memengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal.
Menurut dr Parlin, ada dua penyebab sindrom nefrotik, yakni penyebab primer berupa faktor imunologi dan penyebab sekunder yakni yang terjadi karena diabetes, malaria, atau obat-obatan. "Tanda yang khas dari penyakit ini adalah protein banyak keluar lewat urine sehingga protein dalam darah berkurang. Akibatnya, perut menjadi bengkak, seperti busung lapar," papar ahli ginjal dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM ini.
Sindrom nefrotik bisa mengenai orang dewasa atau anak-anak. Pada anak-anak, gejala ini biasanya terjadi pada usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrotik yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal.
Untuk mendiagnosis penyakit ini perlu pemeriksaan darah dan urine. Jika ternyata kadar protein dalam urine tinggi, maka dokter akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan ginjal) untuk memastikan adanya penyebab khusus dan membuat rencana perawatan yang tepat. Namun, biopsi ginjal jarang diperlukan untuk anak-anak.
Selanjutnya, merespons keinginan mulia pembaca yang ingin mengulurkan tangan bagi sesama, Kompas.com membuka rekening untaian kasih untuk Ali Rahmat. Uluran tangan untuk Ali dan keluarga bisa disalurkan melalui rekening:
PT KOMPAS CYBER MEDIA BCA Cabang Gajah Mada Nomor Rekening: 012.3016.529 Mohon beri catatan: untuk Ali Rahmat
sumber : Kompas.com
Jumat, 30 April 2010
BILA SISWA SUKA MENYONTEK....
Jika menghadapi hal yang seperti ini tentu guru tidak mengetahui pasti kapasitas siswa sebenarnya. Memang penilaian tidak hanya dilakukan saat ujian praktek / tulisan di kelas tetapi harus dilakukan setiap melakukan pembelajaran. Sehingga dapat diketahui lebih dalam lagi kemampuan siswa sebenarnya. Pada saat penilaian terakhir guru juga tidak terlalu sulit mengambil keputusan karena penilaian telah dilakukan secara kontinu.
Untuk mengatasi siswa yang suka menyontek teman sekelasnya duntuk mengatasinya dapat dilakukan beberapa trik. Misalnya dengan indikator yang sama buat beberapa model soal dan jawaban. Sehingga siswa yang suka menyontek akan "terjebak" sendiri dengan ulahnya.
Usahakan juga jumlah soal dengan waktu yang disediakan tidak banyak memberi ruang pada siswa untuk bertanya. Sehingga siswa benar-benar mengerjakan soal sesuai kemampuannya.
Selasa, 27 April 2010
Siswaku...jangan bersedih masih ada kesempatan
Sorak sorai kegembiraan menebar disepanjang jalan raya setiap kota di Indonesia. Dari Aceh hingga Jayapura. Keharuan membahana di setiap kalbu para siswa yang baru saja menerima hasil Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA/SMK/Sederajat. Peluk cium, sujud syukur sebagai tanda kebahagiaan ditumpah ruahkan. Namun, di tengah-tengah hiruk pikuk kebahagiaan terselip sebuah kesedihan yang tidak dapat diungkapkan dengan lisan. Marah, kecewa, berontak, ingin menerjang siapa saja yang ada disekitarnya. Yah, ternyata masih ada siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional tersebut. Jika yang lulus tersenyum sumringah, lain lagi ekspresi yang tidak lulus. Teriakan histeris, meronta-ronta, bahkan ada yang merusak fasilitas sekolah karena dirinya tidak lulus. Kebahagiaan dan kesedihan bercampur baur menjadi satu pada lokasi yang sama bukanlah suatu yang mengenakkan untuk ditonton. Para guru membujuk siswa yang histeris karena tidak lulus begitupun para orangtua mereka mencoba memberi pengertian pada buah hatinya atas kegagalan yang harus mereka terima.Mungkin penulis ingin membagi sedikit cerita tentang pengalaman seorang siswa di tempat penulis pernah mengajar, siswa ini harus menunggu 1 tahun pelajaran agar bisa mengikuti Ujian Nasional(UN) karena pada tahun sebelumnya dia dinyatakan "Tidak Lulus". Awalnya dia marah, sedih, tertekan karena teman-temannya lulus sementara dia tidak. Ini bukan "dongeng" yang dibuat-buat tapi ini kenyataan yang penulis pernah alami. Pada 2 tahun yang lalu tepatnya TP. 2008 - 2009 siswa itu kembali mengikuti Ujian Nasional (UN) disekolah dimana dia dahulu menuntut ilmu. Alasan dia mau menunggu karena dia tidak ingin ijazahnya adalah ijazah Paket C. Yang baginya kurang mendukung dia untuk masuk ke perguruan tinggi negeri ataupun untuk ijazah terakhir saat melamar pekerjaan.
Ujian Nasional pun diikutinya setelah melakukan pendaftaran ulang selayaknya persiapan untuk mengikuti ujian. Akhirnya, alhamdulillah....dia beserta seorang lagi temannya yang mengalami nasib yang sama lulus. Tidak ada rekayasa dalam ujiannya, dia lulus berkat usahanya tanpa ada bantuan dari manapun. Keyakinan untuk lulus selalu ada dalam hatinya karena baginya kegagalan adalah sesuatu keberhasilan yang tertunda.
Ayooo para siswa Indonesia...jangan malu dan sedih jika kamu saat ini tidak lulus. Hari esok masih panjang, jangan jadikan kegagalan hari ini membuat dirimu terpuruk. Kesempatan masih terbuka untukmu kembali mengulang ujian. Gunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Petiklah hikmah dari cerita di atas sebagai motivasi semangat bagi dirimu. Semangat...jangan bersedih, masih ada kesempatan.
(teruntuk para siswa siswi SMKN 1 Teluk Kuantan Riau, tetap semangat jangan mudah putus asa. Gunakan kesempatan yang ada... Semoga suxes :-) )
Selasa, 20 April 2010
Pentingnya Lembar Kerja Siswa dalam Proses Pembelajaran
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat bagi peserta didik karena LKS membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis (suyitno, 1997:40). Namun biasanya lembar kerja siswa berisikan materi soal sehingga bagi siswa yang selalu menggunakan lembar kerja siswa akan merasa bosan. Dan cara penyajian Lembar kerja siswa juga terkadang terkesan monoton kurang bervariasi.
Belum lagi lembar kerja siswa itu berisikan soal-soal mata pelajaran yang boleh dikategorikan mata pelajaran yang kurang diminati siswa seperti, matematika, bahasa inggris atau IPA. Jika dalam penyajiannya lembar kerja siswa tidak dibarengi dengan variasi maka siswa akan cepat bosan dan enggan untuk memahami isi soal.
Di dalam lembar kerja siswa hendaknya dalam membuat soal atau pertanyaan harus dikombinasi dengan suatu permainan, baik permainan gambar, kata ataupun sejenis Teka Teki Silang (TTS) yang berhubungan dengan materi pelajaran yang dipelajari sehingga siswa dalam mengerjakannya lebih tertarik. Dengan Lembar Kerja Siswa guru juga akan terbantu dalam proses pembelajaran yang terkadang butuh waktu yang cukup lama untuk menjelaskan namun dengan menggunakan lembar kerja siswa akan lebih maksimal waktu yang dibutuhkan.
Di bawah ini sebuah contoh lembar kerja yang pernah saya berikan pada siswa untuk mata pelajaran TIK
LEMBAR KERJA SISWA
- Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Kelas / Semester : VIII / 2
- Waktu : 6 x 40 menit
- Judul Kegiatan :
Menggunakan menu dan ikon toolbar pada Microsoft Excel
- KOMPETENSI DASAR
2.3 Menggunakan menu dan ikon pokok pada perangkat lunak pengolah angka
- INDIKATOR
- Menggunakan sub – sub menu dari 9 menu yang pada menu bar yaitu : File, edit, view, insert, format, tools, data, window, dan help
- Menggunakan ikon-ikon pada Toolbar :
- Standard
- Formatting
- Drawing
- SASARAN HASIL BELAJAR :
- Peserta didik mampu menggunakan sub – sub menu pada Menu Bar lewat keyboard atau mouse
- Peserta didik mampu menggunakan ikon pada toolbar standart dengan menggunakan keyboard atau mouse
- Peserta didik mampu menggunakan ikon pada toolbar formatting dengan menggunakan keyboard atau mouse
- Peserta didik mampu menggunakan ikon pada toolbar drawing dengan menggunakan keyboard atau mouse
- MATERI POKOK
Cara menggunakan Menu dan Ikon
- Cara menggunakan menu bar pada program aplikasi pengolah angka (Microsoft Excel)
- Cara menggunakan Ikon /Toolbar pada program aplikasi pengolah angka (Microsoft Excel)
- INFORMASI KEGIATAN
- Mengingatkan siswa untuk berdoa sebelum praktik di dalam labor komputer
- Mengingatkan siswa tentang sistem K3 saat praktik
- Siswa membaca lembar materi yang telah diberikan sebagai persiapan praktik
- Siswa melakukan praktik secara individu
- Lakukan praktik sesuai prosedur dan sesuai dengan intruksi pada lembar materi yang diberikan guru
- PENILAIAN
Penilaian Praktik
Soal :
1) Gunakanlah menu , sub menu serta ikon pada toolbar Microsoft Excel untuk menyelesaikan lembar materi dengan tampilan seperti dibawah ini
2) Gunakan menu, sub menu, ikon toolbar yang tersedia pada Microsoft Excel sehingga menghasilkan tampilan seperti yang terlihat pada lembar materi di atas.
3) Simpan file hasil pengerjaan pada media penyimpanan komputer (Harddisk) driver D: Data. Buat Folder pada drive D dengan nama folder :TIK-8. Lalu simpan file pada folder tersebut dengan nama kamu. Misalnya :Santi.
4) Lembar materi yang belum selesai dapat dikerjakan pada pertemuan selanjutnya.
5) Selesaikan lembar materi secara mandiri (individu).
Lembar pengamatan / penilaian (praktik)
| No | Nama Siswa | *) 1 | 2 | 3 | 4 | Skor | Nilai |
Keterangan :
*) = Menggunakan menu, sub menu serta ikon toolbar Microsoft Excel
1. Cara mengaktifkan program Microsoft Excel
2. Ketepatan penggunaan Menu, sub menu serta icon
3. Proses perhitungan yang tepat
4. Menyimpan hasil praktik sesuai dengan prosedur/intruksi lembar materi
Penilaian Sikap
| No | Aspek yang dinilai | Skor | Nilai | Keterangan |
| 1 2 3 | Penguasaan materi Kemandirian Ketepatan waktu |
- ALAT DAN SUMBER :
- Alat yang dipergunakan :
- Komputer
- LCD
- Lembar Kerja Siswa
- Lembar Materi
- Sumber
- Kurikulum 2009-2010, SMPN 10 Tebing Tinggi 2009
- Standar Kompetensi TIK SMP
- Buku TIK SMP Kelas VIII
- Internet
Tebing Tinggi, 3 Maret 2010
Mengetahui :
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
Kanker Serviks
Tidak ada manusia yang menginginkan sesuatu penyakit bersarang tubuhnya. Dengan berbagai usaha manusia menjadikan tubuhnya untuk selalu sehat sehingga aktifitasnya tidak terganggu oleh penyakit yang dideritanya.
Apa itu kanker serviks ?
Kanker serviks atau kanker rahim atau sering juga disebut kanker leher rahim merupakan kanker yang menyerang kaum wanita dan jumlah penderitanya semakin bertambah akhir-akhir ini. Kanker serviks adalah penyakit yang menakutkan para wanita karena mengakibatkan kematian. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker paling umum kedua di seluruh dunia yang biasa diderita wanita diatas umur 15 tahun. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Di Asia Pasifik, setiap 4 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Perempuan yang aktif secara seksual memiliki risiko terinfeksi kanker serviks atau tahap awal penyakit ini tanpa memandang usia atau gaya hidup. Di Indonesia terdapat sejumlah penderita kanker serviks. Untuk menghindari penyakit ini sebaiknya kita mendapatkan informasi yang lebih jelas sehingga dapat mencegahnya.
Apa penyebab kanker serviks ?
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi yang diakibatkan oleh virus Human Papiloma (HPV).
Bagaimana cara mencegahnya ?
Pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari kanker serviks adalah dengan dilakukan program skrinning dan pemberian vaksinasi.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
- Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
- Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.
- Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
- Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Sumber :
www.citramedika.com
www.wikipedia.org
berbagai sumber
Senin, 19 April 2010
Ayam Goreng Sambel Nano-nano :D

Bahan :
300 gr ayam
tempe 1 bks sedang
cabe merah 1/2 ons
bawang merah 6 siung
bawang putih 2 siung
asam jawa 3 butir
gula merah 2 ruas jari
tomat ukuran kecil 1 buah
saos tomat 2 sdm
daun bawang 1 btg
bawang goreng secukupnya
garam secukupnya
Minyak untuk menumis
Cara Memasak :
- Rebus ayam dengan sedikit air selama 5 menit
- Goreng ayam selama 5 menit, sementara air kaldunya disisakan
- Cabe merah, bawang merah, bawang putih, tomat giling halus
- Potong tempe setebal 1 cm, goreng jangan terlalu kering
- Tumis bumbu yang digiling halus sambil dituangkan air kaldu ayam ke dalamnya + / - 5 menit
- Masukkan saos, gula merah, garam.
- Beri 1 sdm air pada asam jawa , lalu tuangkan airnya ke dalam tumisan
- Aduk merata +/- 5 menit
- Masukkan ayam dan tempe yang telah digoreng , aduk merata hingga meresap bumbu +/- 3
menit
- Angkat , taburkan daun bawang serta bawang goreng diatasnya
- Siap disajikan
* Porsi untuk 5 orang
Sabtu, 17 April 2010
Cah Tauge Macaroni Udang

Bahan :
2oo gr udang
1oo gr tauge
100 gr macaroni spiral
1 btg seledri
1 btg daun bawang
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 buah tomat sedang
1 ruas jahe
Minyak untuk menumis secukupnya
Garam sekucupnya
Penyedap rasa Royco
Merica Bubuk
Air hangat secukupnya
Cara membuat :
- Bersihkan kulit udang, lalu cuci bersih
- Petik akar tauge, lalu cuci bersih
- Rendam macaroni dengan air panas selama 20 menit, lalu tiriskan
- cincang halus bawang merah, bawang putih, jahe
- iris miring daun bawang
- iris daun seledri
- potong tomat berbentuk dadu kecil
- Tumis bawang merah, bawang putih, jahe hingga harum
- Masukkan udang lebih kurang 5 menit
- Masukkan garam, royco serta merica bubuk aduk rata
- Masukkan tomat aduk rata
- Masukkan macaroni dan tauge aduk rata lebih kurang 3 menit
- Masukkan sedikit air hangat aduk rata
- Matikan api kompor
- Taburkan daun seledri dan daun bawang diatasnya sambil diaduk
- Siap dihidangkan
Porsi untuk 5 orang
Kamis, 15 April 2010
GIZI DAN KECERDASAN
Nutrisi atau lebih dikenal dimasyarakat umut Gizi, sebagai suatu ilmu yang meliputi hal masakan atau makanan. Padahal sebenarnya gizi bukan hanya sekedar mengurusi makanan melainkan berhubungan dengan makanan dan kesehatan. Manusia, dalam kehidupan sehari-hari harus terpenuhi gizinya yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Jika terjadi gangguan dalam hal ini maka keseimbangan tubuh juga akan terganggu.
Kekurangan gizi pada usia dini dapat mengganggu pertumbuhan fisik, perkembangan mental serta kecerdasan anak. Rata-rata IQ anak yang pernah mengalami gizi buruk lebih rendah 13.7 poin dibanding anak yang tidak pernah mengalami gangguan gizi. Salah satu sebab bayi lahir dengan kondisi BBLR (dibawah 2500 gram) disebabkan kurang mampunya orangtua memenuhi gizi saat bayi dalam kandungan dan ini biasanya dikarenakan tingkat ekonomi yang rendah.
Gizi kurang atau gizi buruk masih menjadi salah satu masalah dalam bidang kesehatan di Indonesia. Meskipun telah ada kemajuan dalam penanggulangan gizi, namun jika dibandingkan dengan negara tetangga masalah gizi kurang dan gizi buru masih tinggi di Indonesia.
Kecerdasan anak
Untuk mengenali jenis-jenis kecerdasan anak dapat dilakukan dengan dua cara sederhana. Untuk para guru khususnya, salah satu cara yang baik untuk mengenali kecerdasan anak didiknya adalah dengan mengamati "kenakalan" mereka di kelas. Kenakalan siswa seperti "seruan pemberontakan" terhadap model atau gaya pembelajaran yang dipaksakan. Dengan cara ini anak-anak mengekspresikan kenakalannya. Jika diamati, kenakalan anak-anak itu berbeda-beda ekspresinya. Ada yang memiliki kecerdasan linguistik, seperti sering membuat celetukan dan canda kata-kata. Ada yang memiliki kecerdasan spasial dengan mencoret-coret. Dan ada juga yang memiliki kecerdasan interpersonal dengan selalu mengobrol dengan teman-temannya. Sedangkan anak yang memiliki kecerdasan kinestis-jasmani tidak bisa duduk diam dan terus bermain kejar-kejaran bersama temannya.
- Cerdas kata, melibatkan sensitivitas untuk menyatakan, menulis, dan belajar bahasa.
- Cerdas angka ,kemampuan untuk menganalisis masalah secara matematika, logis
dan menyelidiki suatu masalah secara ilmiah.
- Cerdas alam, kemampuan mengenali dan mengkategorikan berbagai hal di alam
dan lingkungan.
- Cerdas nada, memiliki keterampilan menikmati ritme dan ketukan bunyi, mengubah dan
mengoperasikan alat musik.
- Cerdas sosial ialah kemampuan seseorang untuk mengerti niatan, motivasi, dan keinginan
orang lain. Yang memiliki kecerdasan ini biasanya dapat bekerjasama dengan orang lain
secara efektif.
- Cerdas gerak, kemampuan memanfaatkan mental untuk mengkoordinasikan gerakan
tubuh dalam memecahkan masalah.
- Cerdas diri ,kemampuan mengenali diri dan perasaan sendiri.
- Cerdas gambar, kemampuan berpikir seseorang dalam bentuk imajinasi dan gambar.
Meningkatkan Kecerdasan Anak
Untuk meningkatkna kecerdasan anak dapat dilakukan dengan merangsang (stimulasi) semua aspek sensorik (pancaindera). Karena dengan stimulasi tersebut akan merangsang dan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut Reticular Activating System (RAS). Rangsangan dimasa kecil bisa mengubah ukuran dan fungsi otak. Bila diberikan pada dua tahun pertama akan memberikan hasil paling besar dalam meningkatkan kecerdasan.
Membuat Anak Tumbuh Cerdas
Buah hati yang cerdas adalah impian setiap orangtua. Berbagai cara dilakukan orangtua agar anaknya tumbuh cerdas, berapapun dan apapun caranya. Cara apakah yang tepat untuk membuat anak cerdas ? Nutrisi yang dikonsumsi ibu saat kehamilan digunakan untuk pembentukan otak janin. Bila suplai untuk membangun sel-sel otak sudah tercukupi, barulah nutrisi dipakai untuk membentuk organ tubuh yang lain.
Memasuki bulan 4-9 bulan masa kehamilan, janin semakin peka. Hendaknya ibu memperhatikan kecukupan nutrisi. Kekurangan zat besi yang terkandung pada sayuran, akan menimbulkan tingkat IQ yang rendah. Dan sulit untuk diperbarui. Setelah lahir hendaknya juga begitu, walaupun pembentukan system saraf telah selesai namun proses berikutnya akan terus berlanjut. Pada tahap mielinasi yang membuat jaringan otak berkembang kompleks di usia balita, dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Selain memasok makanan yang bergizi, orangtua juga hendaknya menstimulasi anak untuk melakukan latihan fisik, gerak serta kepekaan sensorik indra anak. Stimulus ini harus disertai dengan dukungan keluarga yang penuh kasih sayang, yang akan memacu kecerdasan anak.
SMART SD-SMP TERPADU
<=== Edisi Minggu Pertama April 2010
CORETAN INDAH.....
Tradisi coret-mencoret seragam sekolah setelah selesai Ujian AKhir ternyata masih ada, walaupun terkadang pihak sekolah masing-masing siswa telah melarang maupun menghimbau siswa untuk tidak melakukan hal itu. Namun, himbauan tinggal himbauan. Dilarang dilingkungan sekolah, mereka melakukannya diluar sekolah sehingga jauh dari pantauan para guru.
Hendaknya hal yang seperti ini patut ditiru.
Diawali dengan coretan Kepala Sekolah kemudian diikuti oleh para guru dan dilanjutkan oleh para siswa. Hal yang begini mungkin lebih baik ketimbang mencoret pakaian yang masih bagus.
Coretan itu akan menjadi lebih indah, jika prestasi yang dicapai juga indah.